Rasakan dinginnya malam yang dibawa angin untuk kulitmu
Ketika matahari tak bisa tampakan sombongnya
Dengarkan suara yang tak sengaja mengganggu telinga
Ketika malam tak mengizinkanmu melihat rahasianya
Biarkan angin itu seolah tak ada
Lanjutkan saja apa yang kau rencanakan
Bila kau ingin tahu jangan berhenti untuk tahu
Bila kau berhenti jangan lagi kau tahu
Cukuplah perasaan takut itu sebagai tameng
Atau perasaan cemas itu sebagai perisai
Lebih baik kau tak tahu, aku pun berpikir begitu
Saat mata telah melihat, telinga telah mendengar, kulit telah merasa dan hati terlanjur kecewa
Malam punya kehidupan
Saat kau bermimpi lelap dalam kehangatan bulan
Malam punya kehidupan
Membusungkan dada tak mau kalah dari gagahnya siang
Malam punya kehidupan
Yang tak punya batasan, yang membuat sendiri aturan
Malam punya kehidupan
Karena malam bukan sekedar malam
Karena malam bukan hanya pengganti siang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar