08 Juli 2011

ANE, ENTE, ANTUM?

Hua = Dia (laki-laki)
Humaa = Dia berdua (laki-laki)
Hum = Dia sekalian / mereka (laki-laki)
Hiya = Dia (perempuan)
Humaa = Dia berdua (perempuan)
Hunna = Dia sekalian / mereka (perempuan)
Anta = Kamu (laki-laki)
Antumaa = Kamu berdua (laki-laki)
Antum = Kamu sekalian (laki-laki)
Anti = Kamu (perempuan)
Antumaa = Kamu berdua (perempuan)
Antunna = Kamu sekalian (perempuan)
Ana = Saya
Nahnu = Kami

Kadang-kadang, kita suka me-lafadz-kan "ANE" atau "ENTE", sebenarnya ini adalah logat dari "BETAWI / JAKARTA". ANA jadi ANE, dan ANTA jadi ENTE, bahasa ini kombinasi (perpaduan) dari dua bahasa; Bahasa Arab - Bahasa Jayakarta (Ust. Rahmat Abdullah lebih suka menyebut Jayakarta yang merupakan pemberian dari 'Ulama, dibanding dengan Betawi (Batavia) pemberian dari kolonial Belanda).
Jadi, tidak masalah menyebut ANE - ENTE.

Lalu kita pernah melihat sms dari seorang akhwat kepada seorang ikhwan seperti ini:
"Aslmkm. Gmn antum dtng syuro g?"
Atau kita pernah mendengar seorang ikhwan berbicara kepada seorang akhwat seperti ini:
"nanti, antum tolong siapin makanannya, ya?"
Antum wa antunna pasti bisa menebak sendiri, dimana letak kejanggalannya? (walau cuma sedikit)

Ah.. Kalau ngomong antum, antunna, anta, dst, kan terlalu asing nyebutinnya?
Klu sudah biasa mengucapkan, insya Allah ga bakal terdengar asing kok?
Atau bisa juga kita menggantinya dengan Bahasa Indonesia saja seperti; saya, kamu, kalian, dll

Ya, mungkin tulisan ini tidak penting, kan yang penting dia mengerti apa yang kita bicarakan. Tapi Hati-hati sob, salah kata bisa salah arti!


Imam Hasan Al-Banna pernah berwasiat:
"Berbicaralah menggunakan Bahasa Arab fusha (Bahasa Arab Standard) karena itu merupakan syi'ar Islam."


Wallahu a'lam bish shawab.
.

16 Juni 2011

MALAM PUNYA KEHIDUPAN

Rasakan dinginnya malam yang dibawa angin untuk kulitmu
Ketika matahari tak bisa tampakan sombongnya

Dengarkan suara yang tak sengaja mengganggu telinga
Ketika malam tak mengizinkanmu melihat rahasianya
Biarkan angin itu seolah tak ada
Lanjutkan saja apa yang kau rencanakan

Bila kau ingin tahu jangan berhenti untuk tahu
Bila kau berhenti jangan lagi kau tahu

Cukuplah perasaan takut itu sebagai tameng
Atau perasaan cemas itu sebagai perisai

Lebih baik kau tak tahu, aku pun berpikir begitu
Saat mata telah melihat, telinga telah mendengar, kulit telah merasa dan hati terlanjur kecewa

09 Februari 2011

MASUK SURGA MANA YA??

Di awali dengan sebuah cerita..

Pada suatu saat, ada seorang 'abid (ahli ibadah) yang tak pernah ketinggalan sholat berjama'ah, puasa senin-kamis diajalani (apalagi puasa wajibnya), tak mau kalah dalam beramal,dll.
Sampai suatu waktu, ia (dengan izin Allah swt.) bertemu dengan malaikat Jibril. Singkat cerita, ia bertanya pada malaikat Jibril: "wahai Jibril, bolehkah aku minta tolong? Coba kau tanyakan kepada Allah swt., aku ini MASUK SURGA yang mana ya?". Jibril menjawab: "baik, nanti akan saya sampaikan."
Keesokan harinya, malaikat Jibril datang kembali padanya. Ia berkata: "bagaimana pertanyaanku kemarin?" Jibril menjawab: "sungguh, Allah swt. berfirman; ENGKAU ADALAH PENGHUNI NERAKA JAHANNAM."


Ya.. itulah ceritanya (mudah2an ceritanya ga nge-BT-in ya?)
kita ini masuk surga bukan karena apapun dan siapapun, tetapi kita masuk ke dalam surga adalah berkat rahmat dari Allah swt., semata-mata karena pertolongan Allah swt.

Terus.. kalo gitu ngapain kita sholat, zakat, puasa, shodaqoh, dll.?
begini aja deh.. logikanya, kalau kita ga nurutin apa yang di perintah bos, kira-kira kita bakalan dapat gaji atau tidak? tentu tidak, bukan? (apalagi bonus.. hehe)
Pun sama dengan surga (yang katanya: ngapain lu ibadah, toh masuk surga juga ditolong Alloh), bila sholat aja masih di akhir waktu (masih mending dari pada ga sama sekali), puasa masih bolong-bolong, mengeluarkan zakat masih ngitung-ngitung, shodaqoh masih ogah, bagaimana Allah akan memberikan pertolongan??
Wallohu a'lam bish showab.